PERTEMPURAN MEDAN AREA (LATAR BELAKANG, SEBAB, JALANNYA, AKIBAT, DAN AKHIR PERTEMPURAN)

by - Oktober 07, 2014



Haloooo.... aku kembali! Hari ini aku mau ng-share tentang pelajaran. Sebenarnya ini adalah saran dari temenku sebangkuku. Kata dia, aku harus mulai meng-share pelajaran yang ada di sekolah yang aku ketahui.
Sebenarnya, aku yakin pasti banyak blog yang udah ng-share lebih banyak dan lebih lengkap dari ini. Tapi disini, aku hanya akan ng-share rangkuman-nya aja (hal-hal pentingnya).
Ok, aku akan meng-share tentang hasil pekerjaan aku dan kelompokku, yaitu : “PERTEMPURAN MEDAN AREA” ini adalah ada di bab “USAHA PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA” pelajaran kelas IX semester I .



PENDAHULUAN
Penyerahan kekuasaan Jepang kepada Sekutu dilalukan oleh Komando Asia Tenggara (South East Asia Command atau SEAC) di bawah pimpinan Laksamana Lord Louis Mounbatten. Pasukan Sekutu yang bertugas di Indonesia adalah Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI) yang dipimpin Sir Philip Christison. AFNEI merupakan komando bawahan dari SEAC. Tugas AFNEI di Indonesia adalah :
·         Menerima penyerahan kekuasaan dari tangan Jepang
·         Membebaskan para tawanan perang dan interniran Sekutu
·         Melucuti orang-orang Jepang dan kemudian dipulangkan ke negaranya
·         Menjaga keamanan dan ketertiban (law and order) dan
·         Menghimpun keterangan guna menyelidiki pihak-pihak yang dianggap sebagai penjahat perang.

Pada awalnya rakyat Indonesia menyambut kedatangan Sekutu dengan senang. Akan tetapi setelah diketahui NICA ikut didalamnya, sikap rakyat  Indonesia menjadi curiga dan bermusuhan. Kedatangan NICA di Indonesia didorong oleh keinginan menegakkan kembali Hindia-Belanda dan berkuasa kembai di Indonesia. Datangnya pasukan Sekutu diboncengi NICA mengundang perlawanan rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan. Berbagai perlawan terhadap Sekutu muncul di berbagai daerah muncul, salah satunya di Medan.

“PERTEMPURAN MEDAN AREA”

LATAR BELAKANG

Latar belakang pertempuran Medan Area, antara lain:
1. Bekas tawanan yang menjadi arogan dan sewenang-wenang.
2. Ulah seorang penghuni hotel yang merampas dan menginjak-injak lencana merah putih. Insiden ini terjadi di hotel di Jalan bali, Medan pada tanggal 13 Oktober 1945. Saat itu seorang penghuni hotel (Pasukan NICA) merampas dan menginjak-injak lecana Merah Putih yang dipakai pemuda Indonesia. Hal ini mengundang kemarahan para pemuda. Akibatnya, terjadi perusaka dan penyerangan terhadap hotel yang banyak dihuni pasikan NICA.
3. Pemberian batas daerah Medan secara sepihak oleh Sekutu dengan memasang papan pembatas yang bertuliskan “Fixed Boundaries Medan Area” di sudut-sudut pinggiran Kota Medan.
Pada tanggal 18 Oktober 1945 Sekutu mengeluarkan ultimatum yang isinya :
1)      melarang rakyat membawa senjata
2)      semua senjata harus diserahkan kepada pasukan Sekutu
Karena ultimatumnya tidak dihiraukan oleh rakyat Medan, Pasukan Sekutu mengerahkan kekuatannya untuk menggempur kota Medan dan sekitarnya. Serangan Sekutu ini dihadapi dengan gagah berani oleh pejuang RI dibawah koordinasi kolonel Ahmad Tahir



SEBAB-SEBAB PERTEMPURAN
·         Tawanan perang yang dibebaskan sekutu dipersenjatai & bersikap congkak sehingga menyebabkan terjadinya insiden di beberapa tempat
·         Penghuni hotel (pasukan NICA) merampas dan menginjak-injak lencana Merah Putih yang dipakai pemuda Indonesia. Hah ini mengundang kemarahan para pemuda Indonesia. Akibatnya terjadi perusakan dan penyerangan terhadaap hotel yang banyak dihuni pasukan NICA. Pada tanggal 1 Desember 1945, pihak sekutu memasang papan yang bertuliskan “Fixed Boundaries Medan Area” di beberapa sudut kota. Sejak itulah Medan Area menjadi terkenal. Pasukan Inggris dan NICA mengadakan pembersihan terhadap unsur Republik yang berada di kota Medan.



JALANNYA PERTEMPURAN
Pd tgl 18 Okt 1945, Sekutu mengultimatum rakyat Medan untuk menyerahkan senjatanya.NICA melakukan aksi teror yg menyebabkan pecahnya pertempuran shg banyak korban di pihak Inggris.
Tgl 1 Des 1945 Sekutu memasang papan-papan yang bertuliskan Fixed Boundaries Medan Area di berbagai sudut pinggiran kota Medan.          Pada bulan April 1946 pasukan Sekutu berhasil mendesak pemerintah RI keluar Medan. Pasukan Inggris dan NICA mengadakan pembersihan terhadap unsur Republik yang berada di kota Medan. Hal ini jelas menimbulkan reaksi para pemuda dan TKR untuk melawan kekuatan asing yang mencoba berkuasa kembali.



AKIBAT PERTEMPURAN
Pertempuran Medan Area berakhir pada 15 Februari 1947 pukul 24.00 setelah ada perintah dari Komite Teknik Gencatan Senjata untuk menghentikan kontak senjata. Sesudah itu Panitia Teknik genjatan senjata melakukan perundingan untuk menetapkan garis-garis demarkasi yang definitif untuk  Medan Area. Dalam perundingan yang berakhir pada tanggal 10 Maret 1947 itu, ditetapkanlah suatu garis demarkasi yang melingkari kota Medan dan daerah koridor Medan Belawan. Panjang garis demarkasi yang dikuasai oleh tentara Belanda dengan daerah yang dikuasai oleh tentara Republik seluruhnya adalah 8,5 Km. Pada tanggal 14 Maret 1947 dimulailah pemasangan patok-patok pada garis demarka­si itu. Akan tetapi kedua pihak, Indonesia dan Belanda, selalu bertikai mengenai garis demarkasi ini. Empat bulan setelah akhir pertempuran ini, Belanda melaksanakan Operatie Product atau disebut Agresi Militer Belanda I.



AKHIR PERTEMPURAN
Pada tgl 10 Agustus 1946 di Tebingtinggi diadakan pertemuan antara komandan-komandan pasukan yang berjuang di Medan Area.Pertemuan tersebut memutuskan dibentuknya satu komando yang bernama Komando Resimen Laskar Rakyat Medan Area. Komando tersebut meneruskan perjuangan di Medan Area.



Itu dulu yaa..... Semoga bermanfaat

You May Also Like

1 komentar